Jemput Pemilih dari Sekolah: KPU Gowa Edukasi Siswa SMAN 15 Gowa Lewat Program KPU Mengajar
Gowa, kab-gowa.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa kembali melanjutkan estafet literasi demokrasi melalui program “KPU Mengajar” Tahun 2026. Kali ini, tim menyambangi para siswa di SMAN 15 Gowa yang terletak di Jalan Poros Sapaya-Malakaji, Kecamatan Bontolempangan, pada Jumat (27/1/2026).

Meskipun lokasi sekolah berada cukup jauh dari pusat kota, antusiasme siswa tidak surut. Sebanyak 39 siswa, yang terdiri dari 32 perempuan dan 7 laki-laki, memadati ruang kelas XI untuk mengikuti jalannya sosialisasi.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dan Sarpras, Suriadi, menyambut hangat kehadiran KPU Gowa. Dalam sambutannya, ia mengakui bahwa kegiatan edukasi kepemiluan seperti ini masih jarang menjangkau sekolah mereka.
"Kami sangat berterima kasih kepada KPU Gowa yang berkenan hadir. Saya berpesan kepada anak-anak agar menyimak materi dengan serius karena ini akan menjadi bekal berharga saat kalian memasuki usia pemilih, yakni 17 tahun nanti," ujar Suriadi.
Komisioner KPU Gowa yang juga merupakan Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Suwahyu, S.Si., bertindak langsung sebagai narasumber atau "Guru Sementara". Dalam pemaparannya, Suwahyu menguraikan enam poin besar, mulai dari definisi demokrasi, sejarah Pemilu di Indonesia (dimulai tahun 1955), hak dasar warga negara, hingga fungsi partai politik.
Ia menjelaskan materi-materi berat tersebut dengan bahasa yang sederhana agar mudah dicerna oleh para siswa. Suwahyu menekankan bahwa ilmu yang didapat di kelas harus berlanjut menjadi aksi nyata.
"Indikator keberhasilan dari proses belajar mengajar adalah ilmu pengetahuan tidak berhenti hanya sampai pada tataran ruang kelas, tapi harus sampai di ranah praktik. Oleh karena itu, setiap orang wajib belajar tentang proses demokrasi yang di dalamnya mencakup tentang Pemilu," tegas Suwahyu saat menyampaikan materi.

Metode penyampaian yang interaktif meninggalkan kesan positif bagi para peserta. Mita Febrianti, salah satu siswi, mengaku kini lebih paham mengenai makna kedaulatan rakyat. "Saya akhirnya mendapat pengetahuan tentang demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Belajar politik ternyata penting," katanya.
Senada dengan Mita, Ramadhani mengapresiasi gaya komunikasi dua arah yang dibawakan narasumber. "Penyampaiannya santai tapi serius, sehingga kami mudah paham. Saya harap kegiatan seperti ini lebih sering diadakan di sekolah kami," harapnya.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian hadiah bagi siswa-siswi yang aktif bertanya dan menjawab sepanjang sesi diskusi. Acara ditutup secara resmi oleh Suardi M. dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi komitmen KPU Gowa dalam menjemput pemilih muda di wilayah pelosok.
Melalui kegiatan ini, KPU Gowa berharap para siswa tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi juga menyadari hak konstitusional mereka untuk memilih dan dipilih di masa depan.
[humas kpu ardi/foto ardi/ed yusran]