Berita Terkini

12

Wow, Istri Tercoklit di Pelaminan, Suami Tersenyum

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR  - Keluarga besar Syahrir Rudding di Desa Majannang, Parigi, Gowa, Sabtu (20/1/2018) pagi, kedatangan tamu pesta yang tidak lazim. Saat tetamu satu per satu ke pelamiman memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai yang baru saja melangsungkan akad nikah, dua orang bertopi hitam menyeruak di sela undangan. Syahrir menyambut dua orang itu sambil berdiri. Arifuddin, yang baru saja mengucap ijak kabul berdiri di samping kekasihnya, Ati Sarmiati, sambil memegang gagang keris. Mengenakan sarung dan jas plus songkok hitam, Syahrir menjawab pertanyaan dua orang bertopi hitam itu. Setelah mencocokkan data, kedua orang itu, pria dan wanita, beralih ke Ati dan Arifuddin. Dalam balutan busana pengantin Bugis-Makassar, Ati berusaha menjawab pertanyaan dua petugas itu di samping suami. Pas! Keterangan pengantin itu baru sesuai data yang disodorkan. Ati lalu diberi kartu khusus. Kemudian, pengantin baru memamerkan kertas tanda bukti telah tercoklit seperti kebanyakan pengantin baru memperlihatkan buku nikah di hadapan kamera. "Saya Sudah dicoklit. Kita, Iya???”, itu kalimat yang tertulis dalam kertas yang dipamerkan bersama Ati. Itulah salah satu proses coklit yang dilakukan KPU Gowa dan jajarannya, kemarin. “Sikap keluarga Pak Syahrir patut dicontoh. Kami berharap, warga yang melakukan pesta melakukan hal serupa,” ujar anggota KPU Gowa, Muchtar Muis, tadi malam. Coklit serentak, kemarin, dilakukan di 1,93 juta rumah di 171 daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2018. Hingga 18 Februari 2018, petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) ditugaskan berkunjung ke rumah warga secara door to door untuk melakukan coklit data pemilih tetap (DPT) terakhir hasil sinkronisasi dengan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4).(*) sumber : www.tribun-timur.com


Selengkapnya
12

Wow, Istri Tercoklit di Pelaminan, Suami Tersenyum

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR  - Keluarga besar Syahrir Rudding di Desa Majannang, Parigi, Gowa, Sabtu (20/1/2018) pagi, kedatangan tamu pesta yang tidak lazim. Saat tetamu satu per satu ke pelamiman memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai yang baru saja melangsungkan akad nikah, dua orang bertopi hitam menyeruak di sela undangan. Syahrir menyambut dua orang itu sambil berdiri. Arifuddin, yang baru saja mengucap ijak kabul berdiri di samping kekasihnya, Ati Sarmiati, sambil memegang gagang keris. Mengenakan sarung dan jas plus songkok hitam, Syahrir menjawab pertanyaan dua orang bertopi hitam itu. Setelah mencocokkan data, kedua orang itu, pria dan wanita, beralih ke Ati dan Arifuddin. Dalam balutan busana pengantin Bugis-Makassar, Ati berusaha menjawab pertanyaan dua petugas itu di samping suami. Pas! Keterangan pengantin itu baru sesuai data yang disodorkan. Ati lalu diberi kartu khusus. Kemudian, pengantin baru memamerkan kertas tanda bukti telah tercoklit seperti kebanyakan pengantin baru memperlihatkan buku nikah di hadapan kamera. "Saya Sudah dicoklit. Kita, Iya???”, itu kalimat yang tertulis dalam kertas yang dipamerkan bersama Ati. Itulah salah satu proses coklit yang dilakukan KPU Gowa dan jajarannya, kemarin. “Sikap keluarga Pak Syahrir patut dicontoh. Kami berharap, warga yang melakukan pesta melakukan hal serupa,” ujar anggota KPU Gowa, Muchtar Muis, tadi malam. Coklit serentak, kemarin, dilakukan di 1,93 juta rumah di 171 daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2018. Hingga 18 Februari 2018, petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) ditugaskan berkunjung ke rumah warga secara door to door untuk melakukan coklit data pemilih tetap (DPT) terakhir hasil sinkronisasi dengan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4).(*) sumber : www.tribun-timur.com


Selengkapnya
16

Hari Pertama, KPU Gowa Coklit di Rumah Artis dan Bupati Gowa

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gowa menurunkan sebanyak 1.432 petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) untuk melakukan kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) serentak data pemilih Pilkada, Sabtu (20/01/2018). Komisioner Divisi Data KPU Gowa Muhtar Muis mengatakan selain petugas, staf KPU juga diturunkan melaksanakan Coklit. "Petugas yang turun mencoklit 1.432 orang PPDP ditambah KPU dan staf 37, PPK 90 orang dan PPS 501 orang. Karena ini Coklit nasional jadi semua turun" katanya. Pencocokan dan penelitian dibagi menjadi beberapa tugas. Anggota KPU dan staf mencoklit sejumlah opinion leader atau tokoh seperti artis dan orang yang memiliki pengaruh luas di masyarakat. Seperti Ketua KPU Gowa Zainal Ruma langsung turun melakukan coklit ke keluarga Bupati Gowa Adnan Purictha Ichsan, keluarga Wakil Bupati Abd Rauf Malaganni Kr Kio dan Sekretaris Kabupaten Gowa Muchlis. Komisioner Divisi Sosialisasi bertugas di komunitas An Nadzier dan panti jompo di Bontomarannu. "Saya sendiri mencoklit keluarga artis seperti jebolan mamamia Apricilia, keluarga pemain PSM Hamdi Hamzah, keluarga Miss Celebrity dan Miss Indonesia Sadriany Saleh," ujarnya. Kegiatan Coklit ini serentak dilakukan 1,93 juta rumah. Di 171 daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2018. Kegiatan ini akan berlangsung selama sebulan hingga 18 Februari 2018. Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) ditugaskan berkunjung ke rumah warga secara door to door untuk melakukan coklit data pemilih tetap (DPT) terakhir hasil sinkronisasi dengan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4). Ketua Panwaslu Gowa Suharli, mengatakan untuk hari pertama pelaksanaan kegiatan coklit masih normal. "Sementara saya turun tadi masih normal" katanya.(*) Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin Sumber: tribun-timur.com


Selengkapnya