Berita Terkini

202

KPU Gowa Monitoring posko layanan pindah memilih ditingkat ppk dan pps

Dalam rangka pelaksanaan penyusunan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) KPU Gowa melakukan Monitoring pembentukan posko layanan pindah memilih ditingkat ppk dan pps dalam rangka penyusunan dptb untuk memastikan pelayanan pindah memilih berjalan sesuai regulasi di jajaran ad hoc penyelenggara pemilu, Anggota KPU Kabupaten Gowa dan Tim Sekretariat KPU Gowa, melaksanakan Monitoring terkait DPTb ke Kecamatan (PPK) dan Desa kelurahan (PPS) Se Kabupaten Gowa, Dalam kunjungannya  untuk Memastikan Kesiapan Pelayanan Pindah Memilih untuk melaksanakan Tahapan Pemilu 2024, selain itu juga berharap dengan telah dimulainya Tahapan DPTb,  dalam Penyusunan DPTb maupun layanan pindah memilih ini, agar memahami regulasi dan jika terdapat keraguan agar dikomunikasikan dengan KPU kabupaten. Selain itu, PPS merupakan ujung tombak kita dalam pelayanan pindah memilih ini, PPK juga dihimbau untuk melakukan monitoring PPS terkait DPTb ini dan tak lupa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas. Bagi masyarakat yang sudah terdaftar di DPT tapi tidak dapat menggunakan hak pilihnya di TPS dimana dia terdaftar dan yang bersangkutan akan menggunakan hak pilihnya di tps lain diminta untuk segera mengurus Pindah memilih. Agar terdaftar sebagai pemilih DPTb


Selengkapnya
972

PENETAPAN HASIL SELEKSI PANTARLIH

PENGUMUMAN NOMOR: 14/PP.04.1-Pu/7306/2023 TENTANG PENETAPAN HASIL SELEKSI PETUGAS PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH UNTUK PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024, SILAHKAN DOWNLOAD DI LINK BERIKUT ATAU KLIK KECAMATAN  1.BAJENG 2.BAJENG BARAT 3.BAROMBONG 4.BIRINGBULU 5.BONTOLEMPANGAN 6. BONTOMARANNU 7.BONTONOMPO 8. BONTONOMPO SELATAN 9. BUNGAYA 10.MANUJU 11.PALLANGGA 12.PARANGLOE 13.PARIGI 14.PATTALLASANG 15.SOMBA OPU 16.TINGGIMONCONG 17.TOMBOLOPAO 18.TOMPOBULU


Selengkapnya
640

Ketua KPU Gowa mengusulkan 2.250 TPS ditambah dengan 9 TPS khusus di Lapas

Ketua KPU Gowa mengusulkan 2.250 TPS ditambah dengan 9 TPS khusus di Lapas #Poreigowa Komisi Pemilihan Umum Melaksanakan Rapat koordinasi pemetaan tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan umum tahun 2024 dengan Seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desan Sekabupaten Gowa  serta Kepala Lapas Yang ada di Gowa yang digelar KPU Gowa di Four Points Hotel By Sheraton Makassar, Rabu (23/11). Ketua KPU Gowa Muhtar Muis menyebutkan, pada Pemilu 2024 mendatang, pihaknya mengusulkan 2.250 TPS ditambah dengan 9 TPS khusus di Lapas. Dimana hingga saat ini berdasarkan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan di September yang terdata kurang lebih 538.183 jiwa. “Kesuksesan penyelenggaraan tidak dilihat dari seberapa banyak TPS tapi seberapa banyak yang menggunakan hak pilihnya dan itu bisa diraih ketika masyarakat merasa dekat dengan TPS. Sehingga awal Januari nanti, KPU akan memulai memetakan TPS dan melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan,” kata Muhtar. Muhtar juga meminta masukan dari seluruh pihak, khususnya pemerintah kecamatan, desa kelurahan setempat untuk membantu KPU melalui PKS dalam memastikan lokasi warganya dengan dengan TPS yang ditentukan. “Dalam pemetaan TPS ini kami sangat mengharapkan masukan agar masyarakat yang dulunya enggan ke TPS karena jauh dari titik bisa didekatkan. Termasuk membantu penyelenggara kami ketika menemukan daftar pemilih sementara di cek baik-baik, apakah betul wilayah TPSnya dekat dengan nama yang bersangkutan,” kata Muhtar. Ukuran utama keberhasilan melaksanakan Pemilu adalah tingginya angka partisipasi pemilih. Jika angkanya tinggi maka masuk dalam kategori sukses melaksanakan Pemilu. Lalu bagaimana cara meningkatkan angka partisipasi pemilih ini? Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan pun memberikan saran kepada KPU Gowa. “Salah satu cara terbaik menaikkan angka partisipasi pemilih adalah menempatkan TPS (tempat pemungutan suara) yang lokasinya mudah dijangkau atau diakses oleh masyarakat wajib pilih,” kata Bupati Adnan. Dikatakan Adnan, tingginya partisipasi pemilih menjadi salah satu ukuran keberhasilan pelaksanakan Pemilu. Keberhasilan ini pun didorong jika TPS mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Hal ini diungkapkan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat “Untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih di suatu daerah, maka yang bisa dilakukan adalah mendekatkan TPS masyarakat di sekitar wilayahnya. Kita bersyukur Gowa salah satu daerah yang selalu tinggi angka partisipasinya. Prestasi ini harus kita jaga dengan baik, caranya adalah penempatan TPS harus bisa dijangkau, termasuk pada kelompok penyandang disabilitas,” tambah Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini. Dalam mengatur penempatan TPS kata Adnan, khususnya pada dataran tinggi yang lokasinya antara dusun satu dengan dusun lainnya yang sulit diakses harus mencari tempat memadai dan dekat dengan pemukiman warga sekitar. “Dalam menentukan TPS apalagi dataran tinggi yang terdapat sembilan kecamatan, harus betul-betul mencari tempat yang dekat dengan masyarakat. Karena dataran tinggi sulit diakses jika sulit diakses maka membuat masyarakat malas datang untuk memilih. Jika ini dijaga maka insha Allah partisipasi pemilih kita bisa meningkat dibandingkan Pilkada lalu,” papar Adnan. Adnan pun berharap peserta rakor yang terdiri dari para Kepala Desa, Lurah dan Camat bisa berkoordinasi dengan KPU dan memberikan saran terkait penempatan TPS di wilayah masing-masing. “Diharapkan seluruh peserta memberikan saran dan masukan kepada KPU agar bisa saling berkoordinasi dengan baik dalam penentuan TPS. Agar para pemilih dalam hal ini masyarakat betul-betul didekatkan dengan TPSnya agar partisipasi bisa meningkat dan kedewasaan dalam berpolitik dan berdemokrasi di Kabupaten Gowa setiap tahunnya mengalami peningkatan,” kata Bupati Adnan. Turut hadir  sebagai narasumber Anggota KPU Prov. Sul Sel  Kordiv. Data dan Informasi, Uslimin.  Pemetaan ini pun harus memperhatikan kondisi aksesibilitas, terkhusus bagi disabilitas untuk dipetakan TPS-nya dengan memperhatikan aspek geografis, jarak, dan waktu tempuh ke TPS dan Untuk melakukan penyusunan daftar pemilih ini  memegang 10 prinsip yakni komprehensif, inklusif, akurat, mutakhir, terbuka, responsif, partisipatif, akuntabel, pelindungan data diri, dan aksesibel. Sebelum rakor berakhir, Ketua KPU Gowa menyerahkan penghargaan kepada Bupati Gowa atas kerjasama dan partisipasi Pemerintah Kabupaten Gowa dalam kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PPDB) tahun 2022 yang telah dilakukan beberapa bulan lalu. #KPUmelayani #Poreigowa #Humaskpugowa #Pemiluserentak2024


Selengkapnya
253

KPU GOWA menggelar sosialisasi rekrutmen penyelenggara badan Adhoc dan Pengenalan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Adhoc (SIAKBA)

  Porei Gowa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa menggelar sosialisasi rekrutmen penyelenggara badan Adhoc dan Pengenalan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Adhoc (SIAKBA) sebagai aplikasi khusus KPU pada pemilu tahun 2024 bertempat, di aula kantor KPU Gowa,Jumat (18/11/2022). Kegiatan ini dibuka Ketua KPU Gowa Muhtar Muis dan dipandu Komisoner KPU Gowa Washilah. Hal ini dilakukan menjelang perekrutan Badan Adhoc Pemilu 2024 yang akan dimulai pada tanggal 20 November 2022. Pada Sosialisasi ini, KPU Gowa mengundang beberapa lembaga, organisasi masyarakat, perwakilan pemuda dan pelajar.   Nampak antusiasme peserta sosialisasi mengajukan beberapa pertanyaan setelah mendengarkan pemaparan dari komisioner KPU Gowa. Nuzul Fitri komisioner KPU Gowa divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan terkait pendaftaran badan adhoc Pemilu 2024 serta memberikan penjelasan dalam mendaftar menggunakan aplikasi SIAKABA kepada beberapa lembaga dan Ormas yang merupakan perwakilan masyarakat terutama yang ingin mendaftar sebagai badan Adhoc. Selanjutnya, Nuzul menjelaskan bahwa keberadaan penyelanggara badan adhoc sangat penting karena merupakan etalase terdepan dari kerja KPU, karena mereka langsung melayani Pemilih dari TPS, Kelurahan dan Kecamatan.   Nuzul Fitri mengungkap bahwa jumlah kebutuhan badan Adhoc KPU Gowa yaitu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 18 Kecamatan sebanyak 90 orang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 167 Desa/Kelurahan sebanyak 501 orang dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dengan estimasi 2259 Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 15.813 orang. Nuzul katakan adapun masa kerja PPK dan PPS yaitu selama 15 bulan untuk Pemilu, dan 9 bulan untuk Pemilihan, sedangkan masa kerja KPPS yaitu selama 1 bulan untuk Pemilu dan 1 bulan pula untuk Pemilihan. Pada kegiatan ini pula dipaparkan terkait persyaratan PPK, PPS dan KPPS antara lain, Warga negara Indonesia, berusia paling rendah 17 tahun, setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar RI tahun 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.   berdomisili dalam wilayah kerja PPK, PPS dan KPPS, tidak menjadi anggota partai, mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil, mampu secara jasmani rohani dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, Berpendidikan minimal SMA atau sederajat, dan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih. re post https://baktionline.id/jelang-perekrutan-ppk-kpu-gowa-sosialisasi-aplikasi-siakba/   #humaskpugowa #PoreiGowa #KPUMelayani #Pemiluserentak2024


Selengkapnya
208

Ini upaya KPU Gowa regenerasi penyelenggara Ad Hock.

Ini upaya KPU Gowa regenerasi penyelenggara Ad Hock. Sebulan sebelum tahapan seleksi penyelenggara Ad Hock (PPK dan PPS). Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa melaksanakan Workshop Kepemiluan, bertempat di Aula Kantor KPU dengan diikuti 30 orang peserta (02-10-2022). Kegiatan ini bertema "Menumbuhkan Kesukarelawanan Masyarakat  dalam Pelaksanaan Pemilu tahun 2024 yang Berintegritas. Selama kegiatan peserta diberikan  materi pengetahuan dasar pemilu dan teknis kepemiluan yang outputnya diharapkan dapat menjadi  penyebar informasi atau agen sosilaisasi Pemilu. Selain itu menjadi bekal bagi peserta yang ingin mengikuti seleksi penyelenggara Ad Hock. Ketua KPU Kab. Gowa dalam sambutannya menyampaikan  tujuan Workshop Kepemiluan ini adalah salah satu sarana untuk menciptakan SDM yang berkualitas sebagai cikal bakal penyelenggara Pemilu baik ditingkat PPK, PPS, KPPS bahkan menjadi anggota KPU. kami Diharapkan bisa memanfaatkan waktu yang baik ini untuk mendengarkan dengan seksama materi-materi yang akan disampaikan oleh narasumber, terang Muhtar Muis dalam sambutannya. Adapun narasumber dalam kegiatan ini berasal dari presidium JaDI Sul-Sul sekaligus mantan anggota KPU periide 2013-2018 bapak Arif Budiman yang menyampaikan materi  "Pemilu yang jujur dan adil untuk mewujudkan pemilihan Umum yang berintegritas dan berkualitas".  Materi kedua dibawakan oleh anggota KPU Gowa Divisi Teknis Penyelenggaraan Muhammad Basir dengan judul "Tata Kelola dan Digitalisasi Pemilu", Materi ketiga dibawakan oleh Anggota KPU Gowa Divisi Hukum dan Pengawasan Tasrif dengan judul "Prinsip dan Kode Etik Penyelenggara Pemilu". Selain materi ada kegiatan sela berupa diskusi kelompok dan brainstorming yang difasilitasi Anggota KPU Divisi SDM dan Sosdiklih, Nuzul Fitri serta Wasilah selaku Divisi Data dan Perencanaan. Workshop Kepemiluan ini merupakan inisiasi KPU Kab. Gowa sejak tahun 2017 dan rutin dilaksanakan setiap tahun. Pada 2022 kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari dengan menghadirkan total peserta sejumlah 60 orang. Sebahagian besar peserta merupakan pemilih muda yng belum pernah menjadi penyelenggara Ad Hock di Pemilu/Pilkada sebelumnya.  Untuk diketahui tanggal 16 November 2022 akan dimulai sosialisasi rekruitmen Panitia Pemilihan tingkat Kecamatan (PPK), dan diharapkan peserta workshop nantinya ikut ambil bagian dalam seleksi tersebut. Sebagai upaya regenerasi penyelenggara Ad Hock yang terkena syarat dua periode. #humaskpugowa #PoreiGowa #KPUMelayani #Pemiluserentak2024


Selengkapnya
263

KPU Gowa menggelar Pengajian dan Doa Bersama serta penyerahan Santunan bagi Anak Yatim

Porei Gowa SUNGGUMINASA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa menggelar Pengajian dan Doa Bersama serta penyerahan Santunan bagi Anak Yatim di aula kantor KPU Gowa, Senin (22/08/2022) ba'da Ashar. Kegiatan ini digelar dengan harapan agar Pemilu 2024 di Kabupaten Gowa dapat berjalan sukses, aman, dan lancar. Sekretaris KPU Gowa, Lukman mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dalam rangka mendoakan pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan sukses, aman dan lancar. Kegiatan diikuti seluruh komisioner dan staf sekretariat, mahasiswa dan siswa yang sementara melaksanaan praktek kerja lapangan di KPU Gowa serta menghadirkan anak-anak Panti Asuhan Nur Akbar Kabupaten Gowa. “Di forum yang terhormat ini mari kita sama-sama bermunajat agar pelaksanaan pemilu di Indonesia pada umumnya, dan di Kabupaten Gowa khususnya berjalan sukses, aman dan lancar,” kata Lukman. Ketua KPU Gowa Muhtar Muis menjelaskan, 540 hari kita akan melaksanakan pemilihan umum terbesar dengan akan memilih 5 pemilihan, yakni pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD Provinsi dan anggota DPRD Kab/kota. "Pemilu 2024 nanti akan melibatkan banyak orang, pemilh maupun penyelenggara. Tentu ini membutuhkan kerja keras yang luar biasa. Dengan kegiatan doa bersama ini, kami memohon doa kepada Allah SWT agar.membantu dengan menyukseskan hajatan besar pemilu itu,” harapnya. “Kita selalu meyakini tidak cukup dengan usaha saja, tapi tentu butuh do’a Kita bersama agar hajatan besar ini bisa terlaksana sebaik mungkin. Jadi mohon dido’akan Bapak, Ibu, Adik-adik, agar Kami penyelenggara pemilu bisa menjalankan amanah besar ini dengan sangat baik. Se-profesional mungkin, sejujur mungkin, dan sebaik mungkin,” jelas Muhtar.(*) #humaskpugowa #PoreiGowa #KPUMelayani #Pemiluserentak2024


Selengkapnya